ANALISIS PUISI
Goenawan Mohamad“Saya Cemaskan Sepotong Lumpur” Goenawan mohammad atau GM di kenal sebagai wartawan,penyair dan essais yang memiliki pengetahuan luas dan kritis,GM identik dengan “caping” yakni salah satu rublik di majalah Tempo. Salah satu karya puisi GM yang cukup epik,sekaligus merupakan anggitan yang membagikan semacam sentience estetik-monumental ialah puisinya berjudul “Saya Cemaskan Sepotong Lumpur” berikut ini: Saya Cemaskan Sepotong Lumpur Saya cemaskan sepotong lumpur di koral halaman Saya cemaskan sepotong daun di koral halaman Saya cemaskan kau, malam yang mengigau dengan gerimis tak kelihatan 1978 Analisis Makna Subjektif-Teoritis Secara visual puisi ini memiliki elemen-elemen stilistika berulang namun ia sekaligus membentuk kesatuan(holistik) sehingga menciptakan spektrum lain pada tiap barisnya. Pada baris pertama kita akan di suguhi kata-kata yang memberi kesan dari perasaan gundah-gulana,takut,tertekan dan menimbulkan suatu ketidaknyamanan yak...